<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>panjiKrishna.inc</title>
	<atom:link href="http://www.panjikrishna.com/workz/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.panjikrishna.com/workz</link>
	<description>(not) what you&#039;re good at but enjoy the most</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 May 2011 14:22:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Desain, Desainer dan Menghargai Desain</title>
		<link>http://www.panjikrishna.com/workz/?p=319</link>
		<comments>http://www.panjikrishna.com/workz/?p=319#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 May 2011 14:21:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>panji krishna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panjikrishna.com/workz/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[Hello all…happy sunday, mudah-mudahan hari senin ini bisa menjadi inspirasi baru buat kalian semua…;). Membahas dan memahami tentang bagaimana tentang desain, desainer dan menghargai sebuah desain mungkin sangat penting bagi kita dan semua masyarakat. Salah satu tujuan dibentuknya Motion byDesign yaitu untuk memberikan informasi dan memberi pelajaran tentang pemahaman desain dan menghargai sebuah desain bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://www.motionbydesign.net/blog/wp-content/uploads/2011/01/dd.jpg" alt="" width="551" height="357" /></p>
<p>Hello all…happy sunday, mudah-mudahan hari senin ini bisa menjadi  inspirasi baru buat kalian semua…;). Membahas dan memahami tentang  bagaimana tentang desain, desainer dan menghargai sebuah desain mungkin  sangat penting bagi kita dan semua masyarakat. Salah satu tujuan  dibentuknya Motion byDesign yaitu untuk memberikan informasi dan memberi  pelajaran tentang pemahaman desain dan menghargai sebuah desain bagi  masyrakat luas. Karena bangsa yang hebat yaitu bangsa yang menghargai  arti sebuah “desain”. Untuk lebih jelasnya mari kita simak tulisan  berikut…, enjoy…</p>
<p>____<br />
Dunia desain grafis merupakan dunia yang dinamis mengikuti ruang dan  waktu. Desain sendiri sangatlah berpengaruh dan dipengaruhi oleh  perubahan-perubahan tersebut, dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari  kita sudah berinteraksi dengan dunia desain. Sejak kita ada dibumi ini,  lahir, bermain dan tumbuh menjadi dewasa hingga sekarang, coba kalau  kita kilas balik memori kita dimana ketika dimasa kecil kita, mungkin  yang teringat kebanyakan secara visual, misalnya cover buku tulis kita  waktu duduk di sekolah dasar, merk sepatu kita waktu main bola dengan  teman, desain bungkus jajanan yg dulu sering kita beli, film kartun yg  sering kita tonton di TV waktu hari minggu, logo yg ada di sabun mandi  yang kita pakai saat kita mandi dulu dan banyak lagi lainnya. Suatu saat  ketika kita menemukan bentuk visual tersebut sekarang dan kita akan  secara tak langsung membuka memori-memori tersebut dan seakan-akan  membawanya ke masa lampau dimana kita melihat dan merasaknnya dulu. ya  begitu kuatnya dunia desain yang bisa membawa pikiran kita jauh tanpa  batas.</p>
<p>Itu satu contoh dimana kekuatan desain berpengaruh terhadap kehidupan  kita. Di masa sekarang ini dunia desain sudah mengalami transformasi  mengikuti kemajuan teknologi, informasi, gaya hidup, budaya, pandangan  dan cara berpikir sesorang. Dari segi media penerapan sampai teknik  produksinyapun ikut berkembang, namun perlu kita ingat dalam desain  hendaknya haruslah dipertahan esensi sebenarnya dalam mendesain,  bagaimana konsep, ide dan gagasan bisa tepat dan bisa memperngaruhi  terhadap masyarakat dan kehidupan.</p>
<p>Melihat fenomena dunia desain yang begitu cepat dan dinamis, sebagai  desainerpun kita juga harus bisa mengikuti perkembangan tersebut, jangan  hanya puas dengan apa yang dimiliki sekarang, terus menggali konsep  visual baru, gaya baru dan metode baru dalam mengembangkan desain.  Ketika hal tersebut bisa kita lakukan dengan penuh kreatifitas dan  inovasi secara berkelanjutan maka tanpa disadari hal tersebut akan  menjadi sebuah trendsetter, ya desain merupakan awal mula dimana  berkembangnya sebuah trendsetter di tengah-tengah masyarakat. <span id="more-319"></span>Dan  berpikirlah sebagai desainer, kita mendesain bukan semata-mata hanya  keperluan atau kepentingan tertentu, tapi milikilah tujuan dimana dengan  desain kita bisa mempengaruhi dan merubah dunia menjadi hidup yang  lebih baik, yang teratur dan seimbang. Pernahkah kalian berpikir  bagaimana dunia ini jadinya tanpa Desain…? dan coba kalian pikirkan  konsep “kehidupan tidak bisa lepas dari Desain”.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.motionbydesign.net/blog/wp-content/uploads/2011/01/1.jpg" alt="" width="550" height="858" /></p>
<p>pernahkah kalian berpikir betapa kita sangat bergantung pada desain dalam menjalani kehidupan…?<br />
dan pernahkah kalian berpikir apabila di tengah kota, di dalam produk,  di pantai, di terminal, pelabuhan, bandara, di kantor, sekolah bahkan  dinegara ini tak ada desain…? mungkin gambar Garuda yg sekarang mulai di  teriak2an tak akan pernah ada… Dan mungkin apa yng kita lihat  sehari-hari di jalanan atau dimana saja ditempat umum banyak terjadi  kondisi yang tidak teratur, dan itulah contoh kecil ketika manusia tidak  menghargai akan keberadaan sebuah desain.</p>
<p>ya desain berkembang sejalan sesuai kebutuhan manusia dalam  kehidupannya… Kita mungkin memang tidak mau dikatakan patuh atau tunduk  terhadap sebuah desain, tapi pada kenyatannya bukankah demikian…?  sebagian orang merasa tidak pantas kalau gadget yang digunakan tidak  berlogo buah apel (apple), mereka tidak mau menggunakan merk tas kecuali  ada logo GUCCI, pria itu akan kurang percaya diri ketika sepatunya tak  berlogo NIKE, dan banyak lagi contoh lainnya disekitar kita. Itu salah  satu contoh kecil bahwa kita tanpa disadari sudah dipengaruhi oleh  sebuah desain. Tapi disisi lain dari sang desainer tentunya punya  pemikiran yang sangat jauh dari itu, apa yang kalian lihat hanya sebuah  desain dalam bentuk fisik yaitu sebuah gambar, sign, icon, logo, symbol,  dll, tapi kenapa ketika dalam sehari-hari kita sudah terpengaruhi dan  beberapa harus patuh terhadap semua itu…?</p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.motionbydesign.net/blog/wp-content/uploads/2011/01/2.jpg" alt="" width="550" height="661" /></p>
<p>perlu dipahami, Desain bukan sekedar bentuk visual yang terlihat.  meninjau lebih dalam lagi desain merupakan solusi dari permasalahan  kehidupan, Desain memenuhi kebutuhan sesuai budaya, desain adalah tolak  ukur sebuah perubahan dalam suatu kelompok kehidupan. Dan orang yang  menghargai akan keberadaan sebuah desain merupakan orang yang memiliki  rasa ingin maju dan bangsa yang menghargai keberadaan desain bangsa  tersebut akan maju. Kalian mungkin pernah tau salah satu kisah dibalik  suksesnya Apple… ya! Desain. Bagaimana apple berhasil menggunakan desain  sebagai alat perubahan dalam produknya, steve jobs sadar sebuah  komputer harus memiliki display desain, interface design, dan secara  ergonomis yang user friendly, hal tersebut terus dikembangkan dan  akhirnya berhasil sampai sekarang. Kita lihat apple sekarang, dari  interface, pemilihan font, bentuk, warna, display, dll semuanya tak  lepas dari proses desain yang panjang tentunya. Apple berhasil mengikuti  kebiasaan orang, mudah digunakan, dan sangat efisien. itu salah satu  contoh keberhasilan orang yang menghargai sebuah desain dan mampu  merubah manusia, merubah budaya manusia, merubah gaya hidup manusia dan  merubah kehidupan manusia. Dan masih banyak lagi contoh-contohnya  bagaimana pengaruh sebuah desain terhadap kehidupan manusia, dan  penghargaan sebuah desain merupakan salah satu tolak ukur terhadap  kualitas sebuah orang atau bangsa/ (the power of design).</p>
<p><em>“Desain yang baik adalah sebuah alat perubahan. Desainer yang baik adalah yang mampu menciptakannya”</em> // Ayip<br />
Setelah kita bahas sekilas bagaimana desain dan kekuatannya di atas,  sebagai desainer kita memang dituntut untuk memiliki tujuan dan mampu  memberikan perubahan dan memberikan solusi dalam masalah yang sering  kita temukan dikehidupan sehari-hari. Ada banyak jalan yang bisa  dilakukan sebagai desainer untuk mencapai hal tersebut dari yang  menjadikan dirinya sebagai creative/art director, designer, freelance,  teacher, teacher + freelance, owner + director, designer + director,  designer + manager, consultant dan lain-lain. Selain hal tersebut yang  harus dimiliki oleh desainer yaitu wawasan, termasuk daya persepsi,  keterbukaan dalam berpikir, penalaran termasuk daya apresiasi, kemampuan  analisis, kemampuan berpikir logis. estetik, Termasuk daya apresiasi,  daya ekspresi serta kemampuan berpikir kreatif dan Attitude (sikap) yang  termasuk mentalitas, kemampuan berpikir integral dan berkenaan dengan  ketiga-tiganya seperti yang tersebut diatas. Itu merupakan hal secara  personal yang harus dikuasai desainer namun selain hal tersebut desainer  juga harus bisa atau paling tidak mengerti tentang prinsip dasar  tentang desain, secara teori, komunikasi visual dan semiotika. Hal  Teknis juga yang terpenting untuk desainer ketahui karna hal tersebut  menyangkut tentang eksekusi dari sebuah desain.</p>
<p>Ya sangat banyak dan kompleks ternyata untuk menjadi seorang  desainer, namun sebenarnya siapa saja boleh menjadi seorang desainer,  entah itu melalui proses pendidikan atau secara otodidak. yang  terpenting adalah bagaiamana untuk mejadi desainer yang memiliki tujuan  untuk hidup yang lebih baik dan bisa mempengaruhi kehidupan itu sendiri.  Menjadi desainer tidak harus bekerja disebuah perusahaan besar dengan  status karyawan tetap dengan jaminan pensiunan. Seorang desainer senior  Kafi Kurnia pernah memberikan pemikiran tentang karir seorang desainer,  beliau mengatakan, desainer yang memilih karirnya untuk bekerja di  perusahaan sebagai karyawan demikian itu bukan desainer namanya tapi tak  sama halnya dengan seorang pegawai yang siap diperintah oleh atasannya  dan terus mengharapkan kenaikan gaji yang tidak bisa dengan leluasa  memberi bagi kehidupan. Beliau menambahkan seorang desainer dalam  karirnya ada dua, yaitu akan menjadi seorang yang kaya, sangat  berpengaruh dan mempengaruhi kehidupannya dan desainer juga bisa akan  menjadi seorang yang biasa-biasa saja ketika desainer tidak mau  dan  mencoba untuk berkreativitas, berinovasi dan mencoba hal baru. Pemikiran  beliau saya rasa ada benarnya karna dunia desain merupakan dunia yang  abstrak, dunia persepsi, tidak ada patokan bagus dan jelek, tidak ada  patokan harga desain itu mahal atau murah.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.motionbydesign.net/blog/wp-content/uploads/2011/01/3.jpg" alt="" width="550" height="359" /></p>
<p>Saya bisa simpulkan bahwa ketika sebuah desain itu tak bisa di  perkirakan harganya maka berikanlah harga tertinggi pada sebuah desain.  Itu salah satu bagaimana kita sebagai desainer harus bisa memberi  penghargaan tinggi terhadap hasil karya kita. Walaupun desain dalam  sebuah bisnis tetap kita harus menjaga standarisasi sebuah karya. Bagai  para desainer segeralah anda keluar dari persaingan harga yang  menawarkan harga desain murah. Karna jika kita terus melakukan hal  tersebut tanpa disadari kita sendiri akan “terjebak” dalam lingkaran  itu, cobalah untuk merubah pola pikir dan mindset bahwa jualah desainmu  dengan harga tinggi kalau tidak ada yang mau beli, beri mereka gratis,  jangan murah. Gratis dalam hal ini merupakan sebuah percobaan bagi  klien, sama halnya seorang penjual buah, mereka selalu memberi gratis  untuk mencicipi buahnya ketika buah itu manis maka dengan harga  berapapun akan dibeli oleh konsumen. Gratis bukan merendahkan justru  murah yang merendahkan, berilah pilihan YES or NO. Dan tetap ingat  jangan pernah memberiikan harga murah.</p>
<p>Gambaran lain mungkin bisa saya gambarkan yaitu apakah kita pernah  sadar ketika kita memutuskan untuk menjadi seorang desainer, mungkin  banyak orang tua yang menentang hal tersebut, atau mungkin banyak dari  mereka yg menginginkan anaknya menjadi seorang pegawai negeri, bankir,  karyawan swasta atau karyawan BUMN. BE a Desainer BE a Different, dan  itu harus kita bayar mahal dengan keputusan tersebut, trus kita  memutuskan untuk menempuh diperguruan tinggi seni rupa dan desain, biaya  sekolah desainpun rata-rata mahal, belum lagi fasilitas seperti  komputer yang Hi-spec, dan teknologi lainnya sebagai pendukung, lalu  buku-buku referensi tentang desain yang memang rata-rata merupakan buku  import dan itupun harganya tidak murah. Sampai pada akhirnya kalian  mulai terjun didunia kerja dan menjadi seorang desainer.<br />
Think turn back… apakah kalian masih mau menjual desain dengan harga  murah…? Desain bukan sekedar nirmana, komposisi object dicampur warna,  sedikit effect dengan software komputer canggih, dan jadi. didalamnya  harus terdapat sebuah konsep, sense of art, ide, gagasan, tujuan desain,  dan manfaat bagi kehidupan sosial dan budaya.</p>
<p>Ketika saya mendengar cerita pengalaman beberapa desainer yang pernah  dilakukan “semena-mena” oleh klien. Mungkin dianggapnya desainer adalah  seorang operator software desain atau tukang gambar, betapa mirisnya  seorang desainer dengan cerita-cerita yang seperti itu, tapi memang itu  merupakan proses pengalaman. Sebagai desainer kita harus memiliki kode  etik yang dimana klien tidak bisa masuk dan ikut campur dalam hal  tersebut, itu merupakan prinsip privasi profesi sebagai seorang  desainer. Apa jadinya ketika seorang klien yang mungkin seorang  marketing ikut campur tentang komposisi, grid dan layout dalam sebuah  desain kita…? ya mungkin jadinya seperti apa yg kita lihat sekarang ini  dalam kehidupan sehari-hari iklan-iklan dijalanan maupun tayangan TV  yang “biasa” bahkan ada beberapa yang “aneh”.</p>
<p>Apakah itu dampak seorang desainer belum mampu untuk membatasi dirinya  sebagai desainer dengan klien…? perlu diingat klien merupakan rekan  kerja yang kedudukannya sejajar dengan desainer, kita sebagai desainer  membantu klien untuk memecahkan permasalahan dalam mengkomunikasikan  secara visual tapi kita bukan pembantu yang bisa diperlakukan seenaknya.  Dan setiap orang desainer hendaknya harus memiliki sikap seperti itu…  ya berat memang untuk melakukan hal tersebut, tapi kalau tidak dimulai  dari diri kita lalu kapan profesi desainer akan bisa dihargai, dan  menjadi profesi yang sangat menjanjikan dalam kehidupan. Jadikanlah  klien sebagai sahabat, berilah klien pengertian tentang desain terlebih  dahulu sebelum bekerja dengannya, sebagai desainer kita juga wajib  memberi pengetahuan tentang desain, apa itu desain, dengan begitu tanpa  disadari kita juga turut memberi himbauan kepada klien tentang bagaimana  menghargai sebuah desain. Dan mulailah berkarya dengan aturan kita  sebagai desainer. Dan jangan pernah takut untuk menentukan sikap  terhadap klien yang bisa merusak profesi seorang desainer.</p>
<p>Setelah apa yang dijelaskan diatas tentang kekuatan sebuah desain,  menjadi desainer yang baik, dan menghargai sebuah desain. Kita harus  bangga telah memilih jalan desain sebagai pilihan dalam hidup, desainer  bisa melakukan apa saja yang ia mau untuk memberi pengaruh dalam  perubahan kehidupan. Karena desain merupakan salah satu tolak ukur  perubahan kehidupan, sosial dan budaya dalam suatu kelompok atau  organisani besar. Dan jangan pernah takut untuk berinovasi dan  berkreatifitas, salah seorang dosen desain senior pernah berkata,  “kalian harus bersyukur menjadi seorang desainer karena tidak ada  seorang desainer yang mengganggur”.</p>
<p>teruslah berkarya .. semoga tulisan ini menginspirasi &amp; keep moving on…</p>
<p>___<br />
<em> ditulis dalam keadaan sadar dan berusaha mengungkapkannya dengan sebenarnya, jujur dan apa adanya.</em><br />
<em>sedikit kutipan gagasan dari http://dgi-indonesia.com/</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panjikrishna.com/workz/?feed=rss2&amp;p=319</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>the Beauty of Horizon</title>
		<link>http://www.panjikrishna.com/workz/?p=254</link>
		<comments>http://www.panjikrishna.com/workz/?p=254#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2010 10:46:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>panji krishna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panjikrishna.com/workz/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.panjikrishna.com/workz/wp-content/uploads/2010/11/horizon.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-255" title="horizon" src="http://www.panjikrishna.com/workz/wp-content/uploads/2010/11/horizon.jpg" alt="" width="775" height="1600" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panjikrishna.com/workz/?feed=rss2&amp;p=254</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Must Feel</title>
		<link>http://www.panjikrishna.com/workz/?p=251</link>
		<comments>http://www.panjikrishna.com/workz/?p=251#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2010 07:21:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>panji krishna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panjikrishna.com/workz/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Pernah ada seorang lelaki dengan sifat yang tidak baik, yaitu dia sering menyakiti hati perempuan yang dekat dengannya, setelah dia bosan dengan perempuan itu, begitu saja ditinggalkannya. Suatu saat sahabat dekatnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia berbuat salah atau menyakiti orang lain, bahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>P</strong>ernah  ada seorang lelaki dengan sifat yang tidak baik, yaitu dia sering  menyakiti hati perempuan yang dekat dengannya, setelah dia bosan dengan  perempuan itu, begitu saja ditinggalkannya.</p>
<p>Suatu  saat sahabat dekatnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh  memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia berbuat  salah atau menyakiti  orang lain, bahkan orang terdekatnya.</p>
<p>Hari pertama dia memaku 12 batang di pagar.<br />
Pada  minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri dan tidak  menyakiti orang lain, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari  hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri atau  tidak menyakiti orang lain daripada memaku paku di pagar. Akhirnya tiba  hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan  gembira disampaikannya hal itu kepada sahabatnya itu.</p>
<p>sahabatnya  kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila  dia berhasil menahan diri atau berbuat baik dan tidak menyakiti orang  lain lagi.<br />
Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada sahabatnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.</p>
<p>sahabat ini membawa temannya ke pagar dan berkata:<br />
”teman, kamu sudah berlaku baik tidak menyakiti orang lain lagi,<br />
tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar.”<br />
Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.<br />
Kalau  kamu berbuat salah atau menyakiti perasaan orang lain, terlebih orang  terdekat kamu, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar ini.<br />
Kamu bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka.<br />
Tak peduli berapa kali kamu meminta maaf, menyesal, atau menebus kesalahanmu, luka yang dulu tetap akan tinggal.<br />
Luka melalui ucapan atau perlakuan sama perihnya seperti luka fisik.(end)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panjikrishna.com/workz/?feed=rss2&amp;p=251</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Now Indonesia A64INST</title>
		<link>http://www.panjikrishna.com/workz/?p=244</link>
		<comments>http://www.panjikrishna.com/workz/?p=244#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2010 07:19:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>panji krishna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panjikrishna.com/workz/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[
<a href='http://www.panjikrishna.com/workz/?attachment_id=247' title='against3'><img width="145" height="145" src="http://www.panjikrishna.com/workz/wp-content/uploads/2010/11/against3-145x145.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="against3" title="against3" /></a>
<a href='http://www.panjikrishna.com/workz/?attachment_id=246' title='against2'><img width="145" height="145" src="http://www.panjikrishna.com/workz/wp-content/uploads/2010/11/against2-145x145.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="against2" title="against2" /></a>
<a href='http://www.panjikrishna.com/workz/?attachment_id=245' title='against1'><img width="145" height="145" src="http://www.panjikrishna.com/workz/wp-content/uploads/2010/11/against1-145x145.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="against1" title="against1" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panjikrishna.com/workz/?feed=rss2&amp;p=244</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Life Story</title>
		<link>http://www.panjikrishna.com/workz/?p=241</link>
		<comments>http://www.panjikrishna.com/workz/?p=241#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2010 07:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>panji krishna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panjikrishna.com/workz/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[sengenggam garam Dahulu kala, hiduplah seorang guru yang terkenal bijaksana. Pada suatu pagi, datanglah seorang pemuda dengan langkah lunglai dan rambut masai. Pemuda itu sepertinya tengah dirundung masalah. Tanpa membuang waktu, dia mengungkapkan keresahannya: impiannya gagal, karier, cinta, dan hidupnya tak pernah berakhir bahagia. Sang Guru mendengarkannya dengan teliti dan seksama. Ia lalu mengambil segenggam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sengenggam garam</p>
<p>Dahulu  kala, hiduplah seorang guru yang terkenal bijaksana. Pada suatu pagi,  datanglah seorang pemuda dengan langkah lunglai dan rambut masai. Pemuda  itu sepertinya tengah dirundung masalah. Tanpa membuang waktu, dia  mengungkapkan keresahannya: impiannya gagal, karier, cinta, dan hidupnya  tak pernah berakhir bahagia.</p>
<p>Sang  Guru mendengarkannya dengan teliti dan seksama. Ia lalu mengambil  segenggam garam dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Dia  taburkan garam itu ke dalam gelas, lalu dia aduk dengan sendok.</p>
<p>&#8221; Coba minum ini, dan katakan bagaimana rasanya?&#8221; pinta Sang Guru.</p>
<p>&#8220;Asin dan pahit, pahit sekali,&#8221; jawab pemuda itu, sembari meludah ke tanah.</p>
<p>Sang  Guru hanya tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya berjalan ke tepi telaga  di hutan dekat kediamannya. Kedua orang itu berjalan beriringan dalam  kediaman. Sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Sang Guru  lalu menaburkan segenggam garam tadi ke dalam telaga. Dengan sebilah  kayu, diaduknya air telaga, membuat gelombang dan riak kecil.</p>
<p>Setelah air telaga tenang, ia pun berkata, &#8220;Coba, ambil air dari telagaini, dan minumlah.&#8221;</p>
<p>Saat tamu itu selesai meneguk air telaga, Sang Guru bertanya, &#8220;Bagaimana rasanya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Segar,&#8221; sahut pemuda itu.</p>
<p>&#8220;Apakah kamu masih merasakan garam di dalam air itu?&#8221; tanya Sang Guru.</p>
<p>&#8220;Tidak,&#8221; jawab si anak muda.</p>
<p>Sang Guru menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk bersimpuh di tepi telaga.</p>
<p>&#8220;Anak  muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan seumpama segenggam garam. Jumlah  dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.Tetapi,  kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah atau  tempat yang kita pakai. Kepahitan itu, selalu berasal dari bagaimana  cara kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati  kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan atau kegagalan dalam hidup,  hanya ada satu hal yang boleh kamu lakukan: lapangkanlah dadamu untuk  menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan  itu. Luaskan cara pandang terhadap kehidupan. Kamu akan banyak belajar  dari keluasan itu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hatimu  anakku, adalah wadah itu. Batinmu adalah tempat kamu menampung  segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah hatimu  seluas telaga yang mampu meredam setiap kepahitan. Hati yang seluas  dunia!&#8221;</p>
<p>Keduanya  beranjak pulang. Sang Guru masih menyimpan &#8220;segenggam garam&#8221; untuk  orang-orang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan hati.<br />
(Kalyana)</p>
<p>http://gozalionline.blogspot.com/2009/04/segenggam-garam-untuk-yang-gelisah.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panjikrishna.com/workz/?feed=rss2&amp;p=241</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sketsa yang dulu</title>
		<link>http://www.panjikrishna.com/workz/?p=238</link>
		<comments>http://www.panjikrishna.com/workz/?p=238#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2010 07:15:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>panji krishna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panjikrishna.com/workz/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[sempat tempo hari yang lalu saya mencari-cari file gambar yang pernah saya kerjakan dulu, dan tak sengaja file gambar tersebut ternyata masih ada beberapa walaupun sudah terlihat kusam, terdapat sketsa gadis kecil, albert einstein, jalak Bali, dan lainnya. iseng saya layout sedemikian rupa hanya untuk menyenangkan diri sendiri&#8230;:-)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.panjikrishna.com/workz/wp-content/uploads/2010/11/sketchofme.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-239" title="sketchofme" src="http://www.panjikrishna.com/workz/wp-content/uploads/2010/11/sketchofme.jpg" alt="" width="783" height="783" /></a></p>
<p>sempat  tempo hari yang lalu saya mencari-cari file gambar yang pernah saya  kerjakan dulu, dan tak sengaja file gambar tersebut ternyata masih ada  beberapa walaupun sudah terlihat kusam, terdapat sketsa gadis kecil,  albert einstein, jalak Bali, dan lainnya. iseng saya layout sedemikian  rupa hanya untuk menyenangkan diri sendiri&#8230;:-)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panjikrishna.com/workz/?feed=rss2&amp;p=238</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>only with this design</title>
		<link>http://www.panjikrishna.com/workz/?p=234</link>
		<comments>http://www.panjikrishna.com/workz/?p=234#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2010 07:14:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>panji krishna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panjikrishna.com/workz/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.panjikrishna.com/workz/wp-content/uploads/2010/11/israel2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-236" title="israel2" src="http://www.panjikrishna.com/workz/wp-content/uploads/2010/11/israel2.jpg" alt="" width="827" height="590" /></a></p>
<p><a href="http://www.panjikrishna.com/workz/wp-content/uploads/2010/11/israel.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-235" title="israel" src="http://www.panjikrishna.com/workz/wp-content/uploads/2010/11/israel.jpg" alt="" width="827" height="590" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panjikrishna.com/workz/?feed=rss2&amp;p=234</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Is This Indonesia ?</title>
		<link>http://www.panjikrishna.com/workz/?p=228</link>
		<comments>http://www.panjikrishna.com/workz/?p=228#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2010 07:11:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>panji krishna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panjikrishna.com/workz/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah pengungkapan jujur dari hati kecil saya tentang Indonesia saat ini. ketika ideologi dipermainkan, saat keadaan bangsa yang berantakan, dan ketika uang adalah segalanya&#8230; Visual tersebut hanya sekedar mengingatkan kepada kita semua tentang kondisi bangsa Indonesia saat ini, dan apakah tersebut benar atau tidak? itu hanya sebuah pertanyaan yang semu, yang hanya bisa kita jawab [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.panjikrishna.com/workz/wp-content/uploads/2010/11/isthisindonesia1.jpg"><a href="http://www.panjikrishna.com/workz/wp-content/uploads/2010/11/indo.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-232" title="indo" src="http://www.panjikrishna.com/workz/wp-content/uploads/2010/11/indo.jpg" alt="" width="785" height="358" /></a><br />
</a></p>
<p>Sebuah  pengungkapan jujur dari hati kecil saya tentang Indonesia saat ini.  ketika ideologi dipermainkan, saat keadaan bangsa yang berantakan, dan  ketika uang adalah segalanya&#8230;<br />
Visual tersebut hanya sekedar  mengingatkan kepada kita semua tentang kondisi bangsa Indonesia saat  ini, dan apakah tersebut benar atau tidak? itu hanya sebuah pertanyaan  yang semu, yang hanya bisa kita jawab dengan pengabdian kita terhadap  negeri ini. Cukup hanya dengan berbuat yang terbaik untuk diri sendiri  dalam hidup sudah merupakan langkah awal untuk berbuat untuk bangsa.  Karena ketika kita sudah bisa berbuat yang terbaik, maka negeri ini  pasti akan menjadi lebih baik.</p>
<p>Saya sedikit mengutip tentang tujuan kita hidup dari inti acara &#8220;kick Andy&#8221; episode Lentera Jiwa, berikut kutipannya:</p>
<p>Dalam  episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 dan Minggu 31 Agustus 2008), kita  dapat melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan besar dalam  hidup mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat dan lulusan Hubungan  Internasional, yang pada satu titik mengambil keputusan drastis untuk  berbelok arah dan menekuni dunia masak memasak. Dia memilih menjadi  koki. Pekerjaan yang sangat dia sukai dan menghantarkannya sebagai salah  satu pemandu acara masak-memasak di televisi dan kini memiliki restoran  sendiri. Saya  sangat bahagia dengan apa yang saya kerjakan saat ini,  ujarnya. Padahal, orangtuanya menghendaki Bara mengikuti jejak sang ayah  sebagai diplomat.</p>
<p>Juga  ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya untuk  menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat  beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah animasi.  Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta mereka  mengikuti jejak sang ayah sebagai dokter.Simak juga bagaimana Gde Prama<br />
memutuskan  meninggalkan posisi puncak sebuah perusahaan jamu dan jabatan komisaris  di beberapa perusahaan. Konsultan manajemen dan penulis buku ini  memilih tinggal di Bali dan bekerja untuk dirinya sendiri sebagai public  speaker.</p>
<p>Pertanyaan  yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan yang  singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak tahu  bagaimana cara mencapainya.</p>
<p>Karena  itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang  dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu  gembira dalam menikmati hidup. Bagi saya, bekerja itu seperti rekreasi.  Gembira terus. Nggak ada capeknya, ujar Yon Koeswoyo, salah satu  personal Koes Plus, saat bertemu saya di kantor majalah Rolling Stone.  Dalam usianya menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji. Dinamis. Tak  heran jika malam itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon mampu  melantunkan sepuluh lagu tanpa henti. Sungguh luar biasa. Semua karena  saya mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya. Cinta saya.  Hidup saya, katanya.</p>
<p>Berbahagialah  mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka yang sudah  mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka sudah menemukan  lentera jiwa mereka.<br />
&#8212;&#8212;&#8211; (sumber:http://arifitra.multiply.com/journal/item/5)</p>
<p>Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua dan negeri ini&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panjikrishna.com/workz/?feed=rss2&amp;p=228</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Visual untuk Pahlawan</title>
		<link>http://www.panjikrishna.com/workz/?p=225</link>
		<comments>http://www.panjikrishna.com/workz/?p=225#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2010 07:05:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>panji krishna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panjikrishna.com/workz/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;berjuang sampai titik darah terakhir&#8221; sebuah penghargaan visual yang bisa saya berikan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah&#8230; selamat hari pahlawan dan Berbuatlah untuk Bangsa.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.panjikrishna.com/workz/wp-content/uploads/2010/11/hariPahlawan.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-226" title="hariPahlawan" src="http://www.panjikrishna.com/workz/wp-content/uploads/2010/11/hariPahlawan.jpg" alt="" width="900" height="1120" /></a></p>
<p>&#8220;berjuang sampai titik darah terakhir&#8221;<br />
sebuah  penghargaan visual yang bisa saya berikan untuk mengenang jasa para  pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah&#8230;  selamat hari pahlawan dan Berbuatlah untuk Bangsa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panjikrishna.com/workz/?feed=rss2&amp;p=225</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>80th Sumpah Pemuda</title>
		<link>http://www.panjikrishna.com/workz/?p=222</link>
		<comments>http://www.panjikrishna.com/workz/?p=222#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2010 07:03:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>panji krishna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.panjikrishna.com/workz/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang terlintas dibenak kita sebagai generasi muda ketika mendengar kata &#8220;sumpah pemuda&#8221;? 80 tahun sudah pemuda dan pemudi Indonesia kita pada jaman itu bersumpah intik bangsa ini dan masa depan bangsa ini. saya yakin sangat banyak yang terlua atau bahkan tidak tahu apa isi sumpah pemuda yang pernah diikrarkan 80 tahun lalu, berikut isi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.panjikrishna.com/workz/wp-content/uploads/2010/11/sumpah-pemuda.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-223" title="sumpah pemuda" src="http://www.panjikrishna.com/workz/wp-content/uploads/2010/11/sumpah-pemuda.jpg" alt="" width="1020" height="1252" /></a></p>
<p>Apa yang terlintas dibenak kita sebagai generasi muda ketika mendengar kata &#8220;sumpah pemuda&#8221;? 80 tahun  sudah pemuda dan pemudi Indonesia kita pada jaman itu bersumpah intik  bangsa ini dan masa depan bangsa ini. saya yakin sangat banyak yang  terlua atau bahkan tidak tahu apa isi sumpah pemuda yang pernah  diikrarkan 80 tahun lalu, berikut isi sumpah pemuda tersebut:</p>
<ul>
<li>PERTAMA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.</li>
<li>KEDOEA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.</li>
<li>KETIGA. Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.</li>
</ul>
<p>(http://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Pemuda)</p>
<p>kita  tau betul sumpah merupakan sebuah ikrar, janji yang sangat &#8220;keramat&#8221;  bagi kita orang timur, Indonesia&#8230; lantas apa yang bisa kita perbuat,  apa yang harusnya kita lakukan, apa yang mesti kita berikan ketika kita  melihat isi dari sumpah kita sebagai pemuda pemudi Indonesia? semua kembali pada diri kita  masing-masing&#8230;kita seharusnya tau apa yang harus kita lakukan untuk  bangsa ini, saya hanya berharap di tahun ke-80 Hari Sumah Pemuda ini  bisa membangkitkan semangat pemuda pemudi Indonesia, bukan sebaliknya  justru semakin melupakan haru besejarah ini dan sanya menganggapkan  sebagai &#8220;sampah&#8221; bukan &#8220;sumpah&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.panjikrishna.com/workz/?feed=rss2&amp;p=222</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

